Inilah Proses Setelah Daun Teh Dipanen

Pemetikan Teh

Setelah teh dipanen diperkebunan, teh akan dibawa ke pabrik untuk ditimbang dan diolah selanjutnya. Pada tahap selanjutnya akan dilakukan tahap pertama yaitu pelayuan atau withering.  Dimana daun teh ditebar diatas permukaan lantai dan diratakan dengan baik sehingga tidak bertumpuk, agar air yang ada diatas daun teh dapat menguap dan kering. Berikut tahap-tahap yang akan dilalui setiap pengolahan teh pada umumnya

  1. Pelayuan / Withering

Duan yang sudah dijemur akan mengalami proses pelayuan secara alamiah ketika pucuk-pucuk daun terpisah dari tangkainya. Dalam proses ini terjadi proses biokimia yang disebut oksidasi enzimatis. Sepanjang proses ini, akan terjadi penguapan bintik-bintik embun yang masih menenpel pada daun, sekaligus membiarkan sedikit oksidasi. Agar hasil teh yang diperoleh premium proses pelayuan harus dilakukan secara sempurna. Biasanya lantai pelayuan memiliki lebar 4-5 kaki dan panjang 50-79 kaki.

Pelayuan teh

Selama proses pelayuan, udara panas dan dingin diatur sedemikian rupa, udara panas dan dingin dihembuskan keatas permukaan tebaran daun untuk menguapkan air yang masih tertinggal. proses itu biasanya dilakukan selama 16-24 jam.

 2. penggulungan / Rolling

Dalam proses ini, daun-daun akan tergulung melingkar dan mulai terjadi proses pemerasan cairan pada daun. Tak jarang proses penggulungan dilakukan denga tangan manusia. Sari daun, esentian oil. dan cairan yang terdapat dalam daun teh terperas kelua. proses inilah yang akna menigkatkan  citra rasa khusus terhadap teh yang dihasilkan.

Penggulungan teh

Proses ini memiliki dua tujuan yaitu yang pertama untuk memperkecil ukuran daun sehingga mencapai ukuran yang dikehendaki dan menghancurkan struktur daun sedemikian rupa sehingga enzim polyphenol oksidase diberi berkontak dengan flavonoid. Dan yang kedua akan menghasilakan proses fermentasi yang sempurna dan efisien.

Saat proses ini daun terpelintir secara simultan, urat daun pun terpecah hingga memaksa getah dun keluar. Kemudian menyebar dan menjadi suatu lapisan film tipis di permukaan daun.

Berbagai jenis enzim dan substrat saling berhubungan dan melakukan reaksi kimia. Pada saat inilah, dimulai proses oksidasi enzimati, dan imparts property terhadap daun, seperti terjadinya briskness, warna, kekuatan, dan kualitas.

BACA JUGA : Khasiat  Minum Teh Bagi Tulang

3. Oksidasi Enzimatis / Fermentasi

Bagi teh yang memerlukan tingkat oksidasi, khususnya pada jenis black tea, daun teh ditempatkan dalam suatu ruangan khusus yang telah diatur suhu dan kelembapan udaranya hingga terjadi perubahan warna yang progresif, yaitu menjadi gelap.

oksidasi teh

Proses oksidasi Merupakan tahapan yang sangat penting. Mengingat selama proses oksidasi enzimatis akan terjadi pembentukan berbagai senyawa yang menentukan rasa dan aroma pada teh yang dihasilkan. Sebliknya, pada pembuatan green tea tidak boleh dibiarkan proses oksidasi. Dengan demikian, pada green tea masih terdapat sebagian besar polifenol dan berbagai senyawa antioksidan.

4. Penggorengan / Pengeringan

Pada tahap oksidasi enzimatis yang sengaja dikehendai, daun teh secara bertahap dan perlahan dipanaskan untuk menghentikan proses oksidas. Dengan cara ini, senyawa cita rasa alami tetap berada dlaam daun teh sampai saatnya tiba,yaitu saat penyeduhan atau saat minum teh disajikan di dalam cangkir dengan penambahan air panas atau saat yang juga biasa disebut dengan brewing.

Penggorengan

Dengan kata lain, secara teknologi, proses pemanasan bertanggung jawab terhadap munculnya senyawa cita rasa terutama, yang memang diinginkan ada pada green tea. 

Untuk itulah, proses pengeringan merupakan langkah yang penting. Berangkat dari alasan itu pulalah, setiap tahapan harus dicermati dan diamati dengan saksama.

BACA JUGA: Tentang PT Samindo Lestai