Kebiasan minum teh unik di berbagai daerah

Indonesia yang beraneka ragam budaya. Dan seperti hal nya juga kebiasan minum teh yang beranekaragam di Indonesia sebagai berikut :

Teh Poci dan Nagistel dari Jawa

Teh Poci populer terutama di Cirebon, Tegal, Slawi , Pemalang, Brebes dan sekitarnya. yang digunakan adalah teh wangi melati yang diseduh dalam teko tanah liat(poci) dan disajikan sebagi gula batu sebagai pemanis.

ada istilah nasgitel (panas, legi, dan kentel) yang menunjukan bagaimana seharusnya teh poci disajikan, yaitu harus panas dan pekat. Istilah nagistel ini juga sebagai penyajian teh di Jogjakarta.

Nyaneut dari Tanah Sunda

Kebiasan minum teh di Tanah Sunda berbeda lagi. Dulu masyarakat meminum teh memakai mangkuk dari batok kelapa dan tatakan dari bambu sambil menghangatkan badan di dekat perapian. Kebiasan ini disebut nyanuet. Namun, sekarang tradisi ini sudah jarang sekali dilakukan.  Istilah nyaneut sendiri bisa juga merujuk pada kebiasan minum teh di pagi hari yang dilakukan di masyarakat Sunda.

Patehan, Minum Teh ala Keraton Jogjakarta

Patehan adalah tradisi minum th ala Keraton Yogyakarta yang sudah dilakukan sejak jaman dulu kala. Bisa dikatakan, patehan adalah royal high tea karena dilakukan di lingkungan Keraton Yogyakarta yang dihidangkan bagi raja, keluarga, dan tamu keraton. Nama patehan diambil dari tempat tradisi ini dilakukan, yaitu di Bangsal Patehan. Patehan merupakan ruangan khusus untuk meracik dan menyeduh minuman teh yang dihidangkan bagi raja, keluarga dan tamu. Prosesi patehan dilakukan oleh sepuluh abdi dalem yang dipimpin oleh seorang bekel. Mereka bertugas menyajikan teh serta makanan ringan kepada tamu. Sepuluh abdi dalem tersebut terdiri atas 5 perempuan dan 5 pria yang semuanya berpakaian adat jawa. masing-masing mempunyai tugas sendiri Tiga orang bertugas membawa nampan berisi minuman teh, dan tiga orang lainnya membawa nampan berisi makanan ringan seperti mendoan dan pisang goreng. Sementara, dua orang bertugas menuangkan teh. Kemudian, satu orang bertugas membawa payung untuk melindungi bekel, sedangkan bekel bertugas menghaturkan minuman kepada tamu.

Teh Tahlua dari Sumatra Barat

Teh Tahlua adalah teh khas daerah Sumatera Barat, yang dibuat dari teh hitam yang diseduh dengan pekat kemudian dicampur dengan kuning telur ayam mentah dan gula pasir atau susu kental manis yang dikocok sampai mengental, kemudian ditambahkan rempah rempah atau jeruk nipis untuk mengurangi bau amis dari telur. Pengocok traditional untuk Teh Tahlua terbuat dari bambu yang mirip dengan pengocok teh yang digunakan di upacara minum teh jepang. Pengocok yang kelihatan sederhana ini bisa membuat kocokan kuning telur menyatu dengan seduhan teh.

Nyampur Teh ala Solo

Di rumah-rumah dan warung-warung di Solo, teh yang disajikan memiliki racikan yang berbeda-beda. Tiap warung dan rumah punya racikan teh sendiri yang biasanya dibuat dari tiga merk yang berbeda. mencampur ketiga merk yang berbeda itu bertujuan mendapatkan racikan teh yang pas wanginya.

Teh Susus dari Medan

Di medan teh dihidangkan dengan campuran susu. Prosesnya mirip dengan pembuatan teh tarik dari malaysia, yaitu teh susu dituang secara bergantian dan berulang- ulang kedalam cangkir hingga susu menjadi berbusa.

Teh Beras dari Tarutung dan Balige

Di daerah antara Tarutung dan Balige, Sumatra Utara, masyarakat menyajikan teh dengan beras merah. Biasanya beras merah disanggrai di atas tungku dengan kayu bakar, kemudian disimpan dalamstoples. Untuk penyajiannya, beras dicampur kedalam seduhan teh. Seduhannya berwarna kemerahan dengan aroma khas yang sangat harum. Teh ini dipercaya bisa mengobati sakit perut.